Tips Otomotif: Jangan Asal Isi Air Wiper Mobil

Kebiasaan mencampur air wiper mobil dengan sabun mandi atau sabun cuci piring rupanya bisa berbahaya dan menimbulkan efek buruk pada kaca kendaraan. Hal ini diungkapkan oleh Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif dari Universitas Teknologi Bandung (ITB).

“Mengisi air wiper mobil dengan campuran sabun cuci piring atau sabun mandi terdengar praktis, tetapi sebenarnya tidak disarankan,” kata Yannes.

Pakailah Cairan Wiper Khusus

Cairan terbaik untuk wiper mobil, menurut Yannes, adalah cairan pembersih khusus yang dirancang untuk membersihkan kaca. Cairan ini mampu membersihkan kaca tanpa meninggalkan residu atau merusak komponen wiper.

Selain itu, cairan khusus ini efektif menghilangkan debu, kotoran, serangga, dan minyak. Beberapa jenis cairan bahkan mengandung pelindung tambahan yang membantu air hujan lebih mudah mengalir di kaca tanpa meninggalkan bekas atau bercak air.

Penggunaan cairan wiper khusus tidak hanya melindungi komponen wiper dan kaca mobil, tetapi juga memberikan beberapa keuntungan tambahan:

  1. Kinerja Pembersihan yang Optimal: Cairan wiper khusus dirancang untuk membersihkan kaca secara menyeluruh, menghilangkan berbagai jenis kotoran dengan mudah tanpa meninggalkan residu.
  2. Perlindungan Tambahan: Beberapa cairan wiper mengandung aditif pelindung yang membantu melapisi kaca, sehingga air hujan lebih mudah mengalir dan mengurangi kemungkinan terbentuknya bercak air.
  3. Penghematan Biaya Jangka Panjang: Dengan menggunakan cairan wiper khusus, Anda dapat mengurangi risiko kerusakan pada sistem wiper dan kaca mobil, yang pada akhirnya dapat menghemat biaya perbaikan atau penggantian.

Jangan Pakai Sabun Biasa

Menurut Yannes, sabun mengandung bahan kimia yang tidak cocok untuk kaca mobil dan sistem wiper. Penggunaan sabun yang tidak tepat bisa menyebabkan residu pada kaca, mengurangi visibilitas, dan dalam jangka panjang dapat merusak komponen wiper serta kaca mobil itu sendiri.

“Sabun rumah tangga tidak dirancang untuk digunakan pada kaca mobil dan bisa menyebabkan korosi pada pompa serta nosel wiper. Residu yang ditinggalkan sabun dapat mengurangi visibilitas, merusak komponen wiper, dan tidak efektif membersihkan kaca,” ujarnya.

Penggunaan sabun rumah tangga dalam air wiper dapat menimbulkan berbagai dampak negatif:

  1. Korosi pada Komponen Wiper: Bahan kimia dalam sabun rumah tangga dapat menyebabkan korosi pada pompa dan nosel wiper, mengurangi umur pakai komponen tersebut.
  2. Visibilitas yang Buruk: Residu sabun dapat menimbulkan bercak dan goresan pada kaca, mengurangi visibilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
  3. Efisiensi Pembersihan yang Rendah: Sabun rumah tangga tidak dirancang untuk mengatasi jenis kotoran yang biasa ditemukan pada kaca mobil, sehingga kinerjanya tidak optimal.

Pemeriksaan Berkala

Lebih lanjut, Yannes juga menyebut bahwa cairan wiper perlu pengecekan berkala untuk memastikan sistem wiper berfungsi dengan baik dan kaca depan tetap bersih, sehingga visibilitas saat berkendara optimal.

“Pengecekan ini penting dilakukan setiap kali mengisi bahan bakar, sebelum perjalanan jauh, dan lebih sering saat musim hujan,” imbuh Yannes.

Selain itu, Yannes menambahkan bahwa penggunaan cairan wiper khusus juga membantu menjaga kebersihan dan kejernihan kaca secara keseluruhan, yang sangat penting terutama saat berkendara di malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk.

Panduan Pengisian Ulang Air Wiper

Waktu yang tepat untuk mengisi ulang air wiper adalah saat indikator menunjukkan level cairan rendah, sebelum perjalanan jauh, dan setiap kali mengisi bahan bakar atau saat wiper tidak membersihkan kaca dengan baik atau meninggalkan bercak. Berikut beberapa langkah mudah untuk mengisi ulang air wiper:

  1. Pastikan Mesin Mati: Matikan mesin mobil sebelum membuka kap mesin untuk mengisi ulang air wiper.
  2. Buka Tutup Tangki Air Wiper: Temukan tutup tangki air wiper yang biasanya ditandai dengan simbol wiper.
  3. Isi dengan Cairan Wiper Khusus: Tuangkan cairan wiper khusus hingga mencapai batas maksimum yang tertera.
  4. Tutup Kembali Tangki: Pastikan tutup tangki tertutup rapat untuk menghindari kebocoran.
  5. Uji Sistem Wiper: Nyalakan mesin dan uji sistem wiper untuk memastikan cairan mengalir dengan lancar dan bersih.

You May Also Like

More From Author