NATO Turun Tangan, Mungkinkah Perang Ukraina-Rusia Berakhir?

SINDOTV – Pada puncak peringatan 75 tahun NATO di Washington, aliansi ini mengumumkan langkah-langkah konkret untuk mendukung Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia serta memperkuat upaya integrasi Ukraina ke dalam NATO.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, yang menjadi tuan rumah pertemuan ini, mengambil peran sentral dalam mengoordinasikan respons NATO terhadap eskalasi konflik di Ukraina. Biden tidak hanya menegaskan kembali komitmen kuat Amerika Serikat terhadap aliansi NATO, tetapi juga mendorong sekutu-sekutu Eropa untuk meningkatkan kontribusi mereka dalam upaya perlindungan terhadap Ukraina.

Biden menyambut 31 pemimpin negara anggota NATO satu per satu dan menekankan perlunya mengikuti laju produksi militer Rusia yang meningkat sejak invasi Ukraina dua tahun lalu.

“Kita bisa dan akan mempertahankan setiap inci wilayah NATO, dan kita akan melakukannya bersama-sama,” kata Biden kepada Dewan Atlantik Utara, badan pengambil keputusan NATO.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, yang menjadi tuan rumah pertemuan ini, berusaha menggalang dukungan Barat sekaligus meyakinkan pemilih domestik tentang kapasitasnya menjelang pemilihan presiden mendatang. Pertemuan ini juga bertujuan untuk menjawab keraguan publik tentang kesiapannya memimpin di usia 81 tahun, enam tahun lebih tua dari NATO itu sendiri.

Dukungan Militer dari NATO

Selama pertemuan, Biden dan para pemimpin NATO menyoroti eskalasi militer Rusia sejak invasi Ukraina dua tahun lalu. Mereka mengumumkan bahwa beberapa anggota NATO, termasuk Denmark dan Belanda, telah mulai mengirimkan jet tempur F-16 ke Ukraina.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan dukungan langsung kepada Ukraina dalam upaya mereka untuk memperkuat pertahanan udara dan menegaskan kedaulatan nasional mereka.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyatakan bahwa pengiriman F-16 ini akan membuat Presiden Rusia Vladimir Putin berpikir dua kali karena kerusakan yang terus berlanjut pada Rusia dan kepentingannya akan semakin dalam.

Selain itu, NATO juga menyetujui pengiriman sistem pertahanan udara baru dan penempatan rudal jarak jauh di Jerman sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan deterensi terhadap agresi militer Rusia di Eropa Timur.

Para pemimpin NATO berkomitmen untuk memberikan bantuan militer signifikan kepada Ukraina, dengan target mencapai 40 miliar euro dalam setahun mendatang. Bantuan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat kapabilitas militer Ukraina, tetapi juga untuk mengurangi ketergantungan Ukraina terhadap bantuan militer dari Amerika Serikat.

Namun, Donald Trump, yang saat ini unggul dalam beberapa jajak pendapat melawan Biden, mengusulkan penyelesaian damai cepat dengan memaksa Ukraina menyerahkan wilayahnya kepada Rusia. Trump, yang selama ini skeptis terhadap NATO, sering kali menganggap aliansi ini sebagai beban yang tidak adil bagi Amerika Serikat.

Reaksi Dunia Terhadap Serangan Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang diundang ke pertemuan puncak, menyampaikan rasa terima kasihnya atas pengiriman F-16 dan menulis di media sosial bahwa pesawat baru ini akan mendekatkan perdamaian yang adil dan abadi.

Pertemuan puncak ini juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat dengan memberikan peran lebih besar kepada NATO dalam mengoordinasikan pengiriman senjata ke Ukraina.

Para pemimpin NATO berjanji untuk memberikan bantuan militer sebesar 40 miliar euro kepada Ukraina dalam setahun mendatang, sebagai bagian dari upaya meningkatkan prediktabilitas setelah bantuan AS tertahan beberapa bulan oleh Kongres.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menegaskan bahwa NATO ingin mengakhiri perang ini dengan kemenangan Ukraina, bukan kekalahan. “Cara tercepat untuk mengakhiri perang adalah dengan kalah dalam perang,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu, Trump dan para ajudannya mengusulkan pemberian bantuan kepada Ukraina dengan syarat Kyiv mau bernegosiasi dan menekankan bahwa China, bukan Rusia, adalah ancaman yang lebih besar bagi kepentingan AS. Pernyataan para pemimpin NATO juga menyuarakan kekhawatiran mendalam atas dukungan industri China terhadap Rusia.

Biden juga mengundang empat mitra utama Pasifik-Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru-untuk memperkuat peran NATO di Asia.

Nasib Ukraina Bersama NATO

Pada sisi politik, pertemuan ini juga menegaskan dukungan NATO terhadap aspirasi Ukraina untuk menjadi anggota penuh aliansi. Para pemimpin NATO menyatakan bahwa Ukraina berada di “jalur tak terbendung menuju integrasi penuh Euro-Atlantik, termasuk keanggotaan NATO”.

Meskipun tantangan-tantangan strategis tetap ada, seperti risiko konflik langsung dengan Rusia yang memiliki senjata nuklir, NATO bertekad untuk mendukung Ukraina dalam mencapai stabilitas dan keamanan yang berkelanjutan.

Presiden Alexander Stubb dari Finlandia-yang bersama Swedia bergabung dengan NATO setelah invasi Rusia ke Ukraina-memuji bahasa yang digunakan dalam pertemuan ini sebagai pesan kepada Putin bahwa ia gagal dalam tujuannya untuk mendorong mundur aliansi tersebut.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang baru saja memenangkan pemilu, berjanji kepada Zelensky bahwa Inggris bersatu dalam mendukung Ukraina, berbeda dengan situasi di AS.

Starmer menyatakan bahwa ia tidak keberatan jika Ukraina menggunakan rudal Inggris untuk menyerang wilayah Rusia, yang menuai teguran dari Moskow. Pertemuan puncak ini, kata Starmer kepada wartawan, menunjukkan kepada Putin bahwa NATO sekarang lebih besar dan lebih bersatu dari sebelumnya, serta sangat jelas tentang ancaman agresi Rusia.

You May Also Like

More From Author