Tempe Diajukan Sebagai Warisan Budaya ke UNESCO

SINDOTV – Tempe, salah satu makanan khas Indonesia, telah diajukan oleh komunitas melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) ke Sekretariat UNESCO untuk masuk dalam kategori Daftar Representatif Warisan Budaya Tak Benda untuk kemanusiaan.

Proses pengajuan itu telah dilakukan pada akhir Maret 2024 dan saat ini sedang dalam proses menunggu keputusan yang akan diambil oleh Sekretariat Konvensi UNESCO. Merespons hal ini, Judi Wajudin, Direktur Pelindungan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikburistek, menyatakan bahwa ia optimis tempe akan menambah daftar warisan budaya tak benda Indonesia yang ada di UNESCO.

“Kita berdoa semoga dengan masuknya budaya tempe dalam daftar UNESCO ini dapat terus memberikan manfaat bukan hanya bagi masyarakat Indonesia, melainkan juga dunia,” ungkap Judi dikutip dari Antara. Terkait pengajuan tersebut, Forum Tempe Indonesia sebagai salah satu tim inisiator berharap seluruh dukungan masyarakat agar tempe terus lestari dan semakin mendunia. Made Astawan, Pembina Forum Tempe Indonesia, mengungkapkan tempe saat ini sudah bisa ditemukan dan dikonsumsi di 27 negara.

Berbagai manfaat kesehatan yang dihasilkan dari proses fermentasi kedelai menjadi tempe juga telah diperoleh dengan berbagai cara, baik melalui diaspora masyarakat maupun hasil berbagai penelitian di dunia. Belum diketahui secara pasti siapa dan bagaimana awal mula tempe ditemukan oleh para leluhur dahulu.

Satu-satunya bukti bahwa tempe telah dikonsumsi masyarakat Jawa sejak beberapa abad yang lalu adalah melalui Serat Centhini. Dalam buku kesusastraan Jawa tersebut termaktub bahwa tempe telah menjadi hidangan masyarakat Jawa dan merupakan bagian dari berbagai ritual masyarakat di abad ke-16.

Berdasarkan bukti-bukti tersebut maka sejak tahun 2014, Forum Tempe Indonesia bersama dengan berbagai lembaga terkait melakukan upaya untuk lebih memperkenalkan tempe kepada dunia. Budaya tempe merupakan pengetahuan dan teknologi tradisional nenek moyang bangsa Indonesia untuk menyediakan bahan makanan yang kaya nutrisi dan manfaat lainnya.

Proses dimulai dengan berbagai penelitian dan sejumlah dukungan tertulis, khususnya dari Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya, para inisiator berhasil mendaftarkan tempe Jawa Tengah sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia di Kemendikbudristek pada tahun 2017. Upaya pelestariannya pun terus bergulir hingga hari ini.

Setiap tanggal 6 Juni telah disepakati oleh pemangku kepentingan terkait tempe untuk dijadikan sebagai Hari Tempe Nasional, walaupun secara resmi pemerintah belum menetapkan secara formal, namun kami para dan pengrajin sudah sejak beberapa tahun lalu menjadikan tanggal 6 Juni sebagai Hari Tempe Nasional,” ujar Ketua Forum Tempe Indonesia Muslimatun.

Menurutnya, penting untuk sekali dalam setahun masyarakat merayakan momen bersama untuk mengapresiasi nenek moyang bangsa yang telah mewariskan tempe sebagai pangan yang kaya manfaat gizi dan memiliki kandungan protein setara dengan protein hewani.

Sebagai informasi, tahun ini puncak perayaan Hari Tempe Nasional akan diadakan di Kota Balikpapan. Perayaan tersebut akan dipusatkan di Sentra Industri Kecil Somber (SIKS), tempat di mana lebih dari seratus perajin tempe dan tahu tinggal di dalamnya.

Perayaan ini diselenggarakan oleh Forum Tempe Indonesia bersama dengan Pusat Koperasi Tempe Tahu Indonesia (PUSKOPTI) Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Balikpapan, serta didukung oleh pemangku kepentingan tempe lainnya.

You May Also Like

More From Author