Waspada terhadap Penipuan Berkedok Kurban Online Menjelang Idul Adha

SINDOTV – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait penipuan yang mungkin terjadi dalam penjualan kurban online menjelang perayaan Idul Adha. Dalam keterangan yang diterima dari OJK di Jakarta pada Rabu (12/06), mereka menekankan pentingnya berhati-hati karena meskipun praktis, pembelian kurban online rentan terhadap tindakan penipuan.

Masyarakat diminta untuk selalu waspada saat membeli kurban secara online, terutama jika harga yang ditawarkan sangat murah dibandingkan dengan harga pasaran. Penawaran harga yang jauh dari angka normal itu menjadi modus penipuan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Salah satu ciri penipuan yang perlu diwaspadai adalah ketika badan penyalur kurban tidak terdaftar atau tidak memiliki izin resmi. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang yang ingin berkurban untuk mengecek legalitas serta surat izin operasional sebagai badan penyalur kurban.

Selain itu, nomor rekening yang digunakan dalam transaksi tidak sesuai dengan identitas badan penyalur kurban merupakan indikator lain dari potensi penipuan. Praktik-praktik ini menjadi modus penipuan yang mesti diwaspadai oleh masyarakat.

OJK juga menyarankan agar masyarakat tidak memberikan data pribadi seperti kode OTP (One Time Password) atau PIN kepada pihak yang tidak terpercaya dalam transaksi pembelian kurban online.

“Menjelang Idul Adha banyak tawaran kurban secara online. Walau tergolong praktis, namun juga rentan terhadap penipuan,” tulis OJK dalam keterangan resmi sebagaimana dikutip oleh TV One News.

Maraknya penawaran melalui media sosial, masyarakat diharap selaluhati-hati saat ingin membeli kurban secara online agar terhindar dari aksi penipuan. Dengan geliat sosial media yang semakin tidak terkontrol hari ini, pengguna harus berhati atas informasi dan penawaran yang seolah-olah terlihat menarik, namun sejatinya mengandung kepalsuan di dalamnya.

Selain itu, perlu diwaspadai juga bahwa penipuan kurban seringkali tidak menyertakan dokumentasi foto dan video selama proses pemilihan, penyembelihan, maupun penyaluran kurban. Bagi badan penyalur kurban yang resmi terdaftar, hal ini menjadi salah satu aspek kredibilitas yang dijaga dengan baik bagi setiap orang yang berkurban.

Dengan mengingatkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi penipuan dalam pembelian kurban secara online, diharapkan dapat mengurangi risiko menjadi korban dalam transaksi online menjelang perayaan Idul Adha.

You May Also Like

More From Author